GueStory.com … Jakarta City News, Food, Arts & Events

GueStory.com … Jakarta City News, Food, Arts & Events

Pengin sih membuat GueStory.com seperti http://gothamist.com/ yang ber-tagline New York City News, Food, Arts & Events. Rasanya asyik banget saat membaca isi dari blog kota itu.

Bisa apa enggak ya?

Untuk membuat seperti itu artinya saya harus membuat team kerja dengan pembagian hak dan kewajiban tertentu dan setiap orang harus bertanggung jawab pada bidangnya.

GueStory.com … Jakarta City News, Food, Arts & Events.

Maybe …

http://guestory.com


Topeng Ireng : Blog Komunitas

Beberapa posting foto dan artikel di Topeng Ireng, kami ambil dari search Google dan grup Wisata Magelang @ Facebook.

http://topengireng.wordpress.com/ adalah perpustakaan digital seputar informasi Magelang dan sekitarnya.

TOPENGIRENG


Nasional.is.me oleh Pandji

Nasional.is.me oleh Pandji

Silahkan unduh ebook di Nasional.is.me.

buku ini adalah karya nyata dari mas pandji, yang sekaligus merupakan salah satu kritikan terbaik bagi bangsa indonesia. karena karya nyata adalah kritikan terbaik bagi kemajuan peradaban.

@pandji “Aku bekerja untuk membiayai karyaku, tak ada yang salah dengan itu. Aku praktekkan sampai kepada clothingku, REF Basketball Clothing tertulis di kaosku. Kelak karyaku yang akan balik membiayaiku, itulah ganjaran akan keyakinanku”

17 Agustus 2011 … SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIA!

berbuatlah sesuatu untuk Indonesia, sekecil apapun itu !!

Sumber : http://bukik.com/2011/07/29/nasional-is-me-oleh-pandji/


Partai Politik dan Kekuasaan

Barang siapa muncul di atas masyarakatnya, dia akan selalu menerima tuntutan dari masyarakat-masyarakat yang menaikkannya atau membiarkan naik. Pohon tinggi selalu akan mendapatkan banyak angin, kalau tuan segan menerima banyak angin jangan jadi pohon tinggi (Pramoedya Ananta Toer : Anak Semua Bangsa)

Arti Kekuasaan

Definisi ‘kekuasaan’
Indonesian to English : power
Indonesian to Indonesian : noun

  1. kuasa (untuk mengurus, memerintah, dsb): dia telah menggunakan ~ nya secara sewenang-wenang;
  2. kemampuan; kesanggupan: tiada ~ selain ~ Allah untuk menciptakan dunia;
  3. daerah (tempat dsb) yg dikuasai: bekas raja itu tidak mau pergi dr daerah bekas ~ nya meskipun sudah kalah perang;
  4. kemampuan orang atau golongan untuk menguasai orang atau golongan lain berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau kekuatan fisik;
  5. Huk fungsi menciptakan dan memantapkan kedamaian (keadilan) serta mencegah dan menindak ketidakdamaian atau ketidakadilan;

Arti Politik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.[1] Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

  • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
  • politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
  • politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  • politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Arti Partai Politik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sebuah partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus. Definisi lainnya adalah kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik – (biasanya) dengan cara konstitusionil – untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka. [1][2]

Partai politik adalah sarana politik yang menjembatani elit-elit politik dalam upaya mencapai kekuasaan politik dalam suatu negara yang bercirikan mandiri dalam hal finansial, memiliki platform atau haluan politik tersendiri, mengusung kepentingan-kepentingan kelompok dalam urusan politik, dan turut menyumbang political development sebagai suprastruktur politik.

Dalam rangka memahami Partai Politik sebagai salah satu komponen Infra Struktur Politik dalam negara, berikut beberapa pengertian mengenai Partai Politik, yakni :

  1. Carl J. Friedrich: Partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin Partainya, dan berdasarkan penguasan ini memberikan kepada anggota Partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil.
  2. R.H. Soltou: Partai Politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyaknya terorganisir, yang bertindak sebagai satukesatuan politik, yang dengan memanfaatkan kekuasan memilih, bertujuan menguasai pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka.
  3. Sigmund Neumann: Partai Politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham.
  4. Miriam Budiardjo: Partai Politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya), dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.

Partai Politik dan Kekuasaan

Berdasarkan pemahaman yang seperti itu, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada satupun Partai Politik didirikan tanpa tujuan yang berkaitan dengan kekuasaan pemerintahan. Dengan demikian, keberadaan partai politik dalam kehidupan ketatanegaraan modern tidak lain adalah untuk mewujudkan tatanan kehidupan kenegaraan yang lebih beradab. Hal ini disebabkan dalam sejarahnya, perebutan kekuasaan pemerintahan dalam suatu negara sering dilakukan dengan cara kekerasan dan pertumpahan darah.

Menurut UU No. 2 tahun 2008 tentang Partai Politik disebutkan bahwa Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jika kita simak lebih mendalam pengertian ini, maka cita-cita yang pertama kali diemban oleh Partai politik tidak lain dan tidak bukan adalah memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota. Baru kemudian memperjuangkan masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan yang demikian inilah mengakibatkan orientasi partai politik tidak lain adalah kekuasaan.

Menurut Johan Galtung ada dua dimensi sifat kekuasaan, yaitu :

  1. dimensi yang mempesona, sekaligus
  2. dimensi yang menakutkan.

Kekuasaan mempunyai sifat dalam konteks dimensi yang mempesona karena dengan kekuasaan itu orang atau kelompok orang akan memperoleh berbagai fasilitas baik materiil maupun moril, dan sekaligus dengan kekuasaan yang dimiliki tersebut akan dapat mengendalikan chaos (kesemrawutan) di dalam masyarakat.

Sedangkan dimensi sifat yang menakutkan karena kekuasaan itu cenderung untuk disalahgunakan, menindas, manipulatif yang pada akhirnya sering menyengsarakan masyarakat baik secara individual maupun struktural.

Fenomena kekuasaan yang demikian inilah mengakibatkan Partai Politik menjadi sarana efektif bagi seseorang untuk dipergunakan sebagai “alat angkut” meraih kekuasaan. Dengan demikian, siapapun yang berada di dalam “kapal” Partai Politik selalu berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan dalam organisasi yang disebut Partai Politik. Sangatlah jarang dan tidak bernalar jikalau seseorang menjadi anggota Partai Politik tanpa dilandasi oleh tujuan untuk memperoleh kekuasaan. Oleh sebab itulah jika, kita menyadari hal seperti ini, maka tidak perlu terkejut apabila tokoh-tokoh elit partai politik sering berebut untuk mendapatkan posisi yang strategis di Partai Politiknya. Bahkan perebutan yang dilakukan tidak jarang menimbulkan konflik internal. Fenomena semacam inilah yang mengakibatkan tidak sedikit kader partai politik yang berganti haluan, meloncat pagar, atau pindah ke partai Politik lain alias “kutu loncat” manakala peluang untuk memperoleh kekuasaan makin lama makin kecil.

Jadi dapat disimpulkan bahwa dari pengertian partai politik yang di dalamnya mengandung tujuan merebut atau mempertahankan kekuasaan itu sendirilah yang mengakibatkan tidak sedikit kader-keder yang makin pudar peluangnya untuk memperoleh posisi kekuasaan yang cukup signifikan menjadi “kutu loncat”. Bahkan jika kader-kader ini masih merasa memiliki masa pendukung di internal partai Politik, tidak sedikit yang mendirikan Partai Politik “sempalan” dari Partai Politik yang dulu mereka ikuti. (sumber)

Fenomena Munculnya Partai Politik Baru

SEMANGAT para politisi membentuk partai politik (parpol) baru untuk berkompetisi dalam pemilihan umum ternyata belum juga sirna, meski persyaratan undang-undang untuk sebuah parpol semakin ketat. Selain itu, kebanyakan parpol saat ini sedang mengalami kemerosotan pesona dan ketidakpercayaan rakyat yang cukup tinggi.

Kondisi ini tentu disebabkan oleh banyak faktor. Misalnya, parpol yang sangat diharapkan dapat memberikan pendidikan politik kepada rakyat, tidak berjalan. Parpol yang dianggap sebagai tonggak terpenting dalam membangun demokrasi politik dan demokrasi ekonomi, ternyata jauh dari harapan. Akhirnya, rakyat pun semakin bertanya: sampai kapan bangsa ini akan mengalami ritual lima tahunan tersebut, sementara kualitas keberpihakan dan akuntabilitas partai-partai tidak kunjung lebih baik?

Munculnya parpol baru tersebut tentu disebabkan banyak faktor. Antara lain, karena undang-undang kepartaian masih memungkinkan. Mungkin juga, karena ada dendam politik, ambisi politik, dan kepentingan politik dari para pemimpin partai baru. Maka, tatkala dendam politik, ambisi politik dan kepentingan politik itu terus menyergap elite negeri ini, maka munculnya parpol-parpol baru akan terus terjadi, dan UU Parpol pun memungkinkannya. (sumber)

Wacana Partai Politik dan Kekuasaan

  1. Sudah lihat VCD film Schlinder’s List ?
    Dulu film ini sempat dilarang di Malaysia, tapi di Indonesia VCD-nya bisa dibeli di Gunung Agung atau Gramedia. Di dalam film VCD hitam putih ini, salah satu tokohnya adalah Oscar Schlinder. Katanya “kekuasaan adalah jika anda bisa melakukan sesuatu, tapi sesuatu itu bisa anda kendalikan sehingga anda tidak jadi melakukannya, itulah yang disebut kekuasaan”.
  2. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta kader Demokrat tidak menjadikan politik sebagai sarana untuk memburu kekuasaan dan melakukan korupsi. Pernyataan itu disampaikan Anas ketika berpidato seusai melantik Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat NTT periode 2011-2016 di Kupang, Senin (16/5). Ia mengatakan, jika politik dimaknai sebagai alat untuk tindakan yang tidak terpuji tersebut, itu menandakan makna politik telah terdegradasi.
    “Politik tidak boleh terus menurun, mengalami degradasi makna dan citra, apalagi hanya semata-mata untuk memburu korupsi dan kekuasaan,” katanya.
    Ia mengatakan politik yang benar dan bermakna ialah digunakan untuk memperjuangkan kebajikan dan kemaslahatan rakyat. Politik juga harus diberi makna moral, diberi jubah akuntabilitas kepada rakyat. (sumber)
  3. Aburizal: Kekuasaan Seperti Candu
    Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menyebut, kekuasaan seperti candu, sering membuat lupa diri, mabuk, kehilangan keseimbangan, menghalalkan segala cara untuk kekuasaan. Bahkan menjadikan kekuasaan sebagai tujuan, bukan lagi sebagai alat bagi pencapaian kemajuan bersama.
    “Marilah kita bertekad untuk mengembalikan politik ke jalannya yang benar. Politik adalah wilayah perjuangan dan pengabdian, sebuah tempat di mana kita menggagas dan merealisasikan mimpi dan cita-cita bersama, yaitu politik bermartabat yang dipandu oleh ideologi politik, bukan bersandar pada pragmatisme politik,” kata Aburizal.
    Aburizal menekankan, politik bukan sekedar kekuasaan, pemerintahan pun bukan semata kedudukan dan jabatan. Kekuasaan dan jabatan adalah amanah, tugas dan tanggung jawab, bukan sekadar kehormatan, keistimewaan, dan fasilitas. (sumber)

Jadi kesimpulannya adalah ……………….. *silahkan isi sendiri. hehehe :)

Bagaimana menurut anda?

Referensi :

  1. http://www.artikata.com/arti-369097-kekuasaan.html
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Politik
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_politik
  4. http://indonesia-pusaka.blogspot.com/2011_05_01_archive.html
  5. http://nasional.jurnas.com/halaman/6/2011-05-25/170768
  6. http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/16/226536/284/1/Politik-bukan-Sarana-Buru-Kekuasaan
  7. http://nasional.kompas.com/read/2011/08/16/19543553/Aburizal.Kekuasaan.Seperti.Candu

Catatan :
Ini adalah tulisan ngawur yang comot sana-sini dari berbagai sumber.
Saya sudah mencantumkan link sebagai referensi atas tulisan ini

http://topengireng.wordpress.com


Berpikir: Membuat Konten Positif

Selamat Ulang Tahun Indonesia!

Mari kita berlomba-lomba membuat konten positif, mengemas ide dan gagasan secara baik dan benar untuk kemajuan (khususnya) negeri ini. Konten bisa berupa tulisan di blog, notes di facebook, atau bahkan twit.

Gerakan pemblokiran yang dilakukan oleh Menkominfo tidak akan efektif dan hanya buang-buang energi dan anggaran saja. Masih banyak yang bisa dikerjakan dengan energi yang tersisa. Membanjiri internet dengan konten positif adalah solusinya. Semakin banyak konten positif maka konten yang berbau negatif akan kalah populer atau tidak penting.

Setuju?


1 artikel per hari

Saya pernah bercita-cita (wow! :) ) membuat blog dengan program posting minimal 1 artikel per hari. Jadi ada (minimal) 7 artikel per minggu … bla … bla … bla …

Tetapi, jujur saja, kadang saya merasa mati angin dan ga ada ide untuk menulis atau ada ide tapi tidak ada waktu (karena ketiduran. hehehe) untuk mempostingkannya. Repot juga ya …

Saya pernah mencoba melakukan posting minimal 1 artikel per hari pada blog saya yang lain (yang itu tuh…) dan hasilnya saya mendapatkan Google Pagerank -2 secara cepat dalam waktu 3,5 bulan. Ini sungguh diluar prediksi gila saya karena blog saya isinya sungguh kacau dan acak-acakan. Tetapi PR-2 tetap juga harus dinikmati dan disyukuri. Jika saya berpikiran untuk (sedikit) idealis maka ya saya harus berusaha membuat blog baru yang (saya anggap) lebih baik dan benar. Setidak-tidaknya, blog kacau yang itu masih bisa digunakan sebagai magnet penarik kunjungan peselancar online.

Kembali ke laptop …

Ide! … Ide! …

Ya, saya memerlukannya untuk membuat artikel untuk mengisi wajah blog ini.

Semoga ……………………. *berdoa soal ‘anu’*

Eh, menurut anda … apa sih manfaat mempunyai blog dengan pagerank tinggi?

Catatan : Blog dengan PR-2 bukan TopengIreng lhoo … Saat ini TopengIreng belum punya PR. Doakan saja biar cepat dapat PR ya …


The London Riots

Teknologi adalah netral.

Perdana Menteri Inggris David Cameron geram dan geregetan saat mengetahui para penjarah mengorganisasi aksi mereka melalui media sosial. Maka, Cameron menuding media sosial, seperti Facebook dan Twitter, berperan dalam mengobarkan kerusuhan yang bermula di London, lalu menjalar ke sejumlah kota lain.

“Semua orang yang menonton aksi-aksi yang mengerikan itu akan terkejut oleh bagaimana mereka diorganisasi melalui media sosial,” kata Cameron, Kamis (11/8/2011), dalam sebuah pidato di Parlemen seperti dikutip CNN.com, Jumat. “Aliran bebas informasi dapat digunakan untuk kebaikan. Namun, itu juga dapat digunakan untuk keburukan. Ketika orang menggunakan media sosial untuk kekerasan, kita harus menghentikan mereka.”

Cameron telah memanggil pengelola dua situs media sosial itu serta Research In Motion, produsen BlackBerry, untuk menghadiri sebuah pertemuan yang akan membahas peran mereka dalam wabah kekerasan itu.

Banyak perusuh Inggris dilaporkan telah menggunakan BlackBerry Messenger, sebuah tool pesan instan yang bersifat privat dan gratis, untuk mengatur aksi mereka. Sebuah survei terbaru di Inggris menemukan bahwa 37 persen remaja negara itu lebih suka BlackBerry ketimbang smartphone yang lain.

Perwakilan Facebook dan Twitter mengatakan, mereka senang untuk bertemu dengan Pemerintah Inggris. Namun, keduanya mungkin akan berkeberatan jika harus disensor atau ditutup di Inggris. Twitter telah mengatakan, pihaknya tidak memiliki niat untuk memblokir akun atau menghapus postingan. Sementara Facebook telah mengatakan secara terbuka bahwa perusahaan telah menutup halaman yang secara eksplisit menghasut kekerasan.

Pemerintah Inggris menyalahkan teknologi informasi dan mengancam akan memblokir facebook dan twitter di Inggris. Suatu hal yang membuat orang mengangkat alis. Ini pemerintah Inggris yang pro demokrasi?

Mengapa menyalahkan teknologi informasi?

Jika benar pihak yang terlibat kerusuhan adalah mayoritas anak muda, tentu saja mereka akan menggunakan teknologi informasi. Bagi mereka teknologi informasi bukan hal yang aneh dan tidak bisa dipisahkan dari bagian kehidupan mereka. BBM, Facebook dan Twitter tidaklah lebih dari sebuah benda mati. Ia tidak bisa dikenai hukum sebagai mana benda-benda mati lainnya.  Ia hanyalah alat atau objek. Yang dikenai hukum adalah penggunaannya (subjeknya), orang yang menggunakannya, bukan alatnya. Teknologi adalah netral.

Pemerintah selalu mengusulkan (mengancam) untuk melakukan bloking. Secara teknis ini sangat sulit (dan sebetulnya cenderung tidak bisa). Selain itu sangat mahal. Tapi mereka tetap ngotot.  Melakukan filtering dalam tingkat negara adalah sebuah ilusi.

Menyalahkan Kehadiran Minoritas

Jika dilacak dari kerusuhan di wilayah termiskin London, Tottenham, memang sebagian besar warga yang marah dan kemudian melakukan perusakan adalah warga kulit hitam. Mereka marah lantaran tertembaknya Mark Duggan, warga keturunan Afrika-Karibia, oleh polisi.

Namun, setelah beberapa hari kerusuhan, di Birmingham, Liverpool, Manchester, dan sejumlah kota kecil lain, ternyata perusuh dan penjarah bukan hanya mereka yang berkulit hitam, melainkan juga yang berkulit kuning dan coklat (Asia) serta warga kulit putih.

Kesan menyalahkan kehadiran kaum minoritas di Inggris memang terasa beberapa waktu terakhir ini. Apalagi, tindak kriminal yang terjadi di Inggris, baik perampokan, pembobolan bank, maupun sebagian besar kerusuhan dan penjarahan, sejak Sabtu itu umumnya dilakukan oleh orang-orang kulit hitam.

Kesan menyalahkan minoritas bahkan diungkapkan secara eksplisit oleh Perdana Menteri David Cameron baru-baru ini bahwa “jika Inggris membiarkan kebijakan multikulturalisme, hal itu akan menghilangkan identitas Inggris”.

Tidak mengherankan jika saat ini untuk menjadi penduduk permanen Inggris harus melalui tes “keinggrisan” terlebih dahulu. Sesuatu yang tak pernah terjadi pada masa lalu.

Referensi :

http://internasional.kompas.com/read/2011/08/12/16331933/Media.Sosial.Bakal.Dilarang.di.Inggris

http://internasional.kompas.com/read/2011/08/12/0749394/Menyalahkan.Kehadiran.Minoritas

http://internasional.kompas.com/read/2011/08/12/18085180/Sudah.Lima.Orang.Tewas

http://rahard.wordpress.com/2011/08/13/mengapa-harus-difilter/

http://topengireng.wordpress.com/2011/08/08/gus-yusuf-hukum-chatting-facebook-twitter/


Why?

Why? Yeaahhh … Why?

Blog ini sudah diregister dengan data (posting perdana) sebagai berikut : Hello world! June 29, 2011

Dan selama ini blog ini hanya nganggur tanpa isi, buktinya ya sampai per detik ini, jumlah postingan ya cuma segini. Ngirit banget! (atau malas?). Entahlah, doeloe blog ini saya tinggalkan karena hanya alasan nama blog yang jelek / tidak menjual. (Lebay … :p)

Setelah dipikirkan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, rasanya sayang kalau blog gratisan ini cuma terpuruk di sini … Akhirnya ya saya kelola seadanya. Sebatas kemampuan


Menulis

Mau nulis apa untuk blog ini? Ya, saya juga bingung dengan apa yang (menurut saya) pantas untuk diposting di blog ini sehingga disukai pembaca. Mau artikel segmented atau artikel umum?

Dalam blog topengireng, saya hanya copy paste dan sedikit tulisan saya sendiri. Semua postingannya ada nuansa Magelang, kota militer. Saya merasa bahwa segmentasi blog seperti ini terbatas pada warga Magelang, orang-orang yang pernah atau punya hubungan psikologi dengan Magelang dan beberapa wisatawan baik lokal maupun asing yang (mungkin) mencari informasi seputar Magelang.

Tetapi, jika saya harus membuat blog umum … wah, ampun deh! Otak, tenaga, dan kemampuan saya sangat terbatas untuk menguasai semua hal. Mungkin anda bisa mengatakan, ‘kan bisa googling!’ … Iya juga sih, (mungkin) materi dasarnya bisa dicari lewat googling dan blogwalking, tetapi jangan berikan posting mentah yang langsung copypaste dari artikel orang lain. Saya harus melakukan revisi sana-sini agar menjadi artikel yang (sedikit) fresh.

Blog ini hanya percobaan. Laboratorium menulis online. Jika ada salah kata, salah kalimat dan ungkapan ya harap dipermaklum saja. Namanya juga lagi usaha … Hehehehe

Saya pernah membaca sebuah ungkapan, begini: ‘Saya menulis maka saya ada!’

Mungkin, blog berisi tulisan ngawur ini bisa menjadi penanda keberadaan saya di dunia ini.

Salam blogging!

 


Saya dan Blog

Selain blog ini, saya juga membuat blog http://topengireng.wordpress.com yang saya khususkan untuk menampilkan informasi / berita seputar Magelang.

Ya, blog sederhana itu adalah sedikit usaha dan upaya yang bisa saya lakukan untuk memperkenalkan Magelang ke dunia maya.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.